Selasa, Maret 19, 2019

Untuk Mimpi Kita, Doakan Baba Tetap Sehat di 2018 Ya, Neng

Neng, ini Baba tulis buat kita. Baba, Mama dan Neng Fitriza kesayangan Baba.

2017 Baba

Beberapa hari lagi tahun 2017 selesai. Ini tahun kedua Baba enggak duduk berdua sama Neng, sama Mama, menyusun apa-apa yang akan kita kerjakan bersama. Cuma ada Opung Lela yang terkadang memaksakan senyum manisnya saat berkehendak, kalau ada maunya.
Enggak seperti biasanya, Neng.

Seharusnya Baba sudah mulai terbiasa tanpa Neng di samping Baba. Tapi apalah daya Baba. Bahkan untuk sekedar melakukan Video Call-pun kita enggak pernah bisa tuntas. Baru saja beberapa detik, kita berdua menyerah. Baba enggak kuat menahan rindu. Neng juga. Air mata kita pun tumpah. Dan komunikasi pun terputus.

Tahun ini tahun terberat Baba, sebagai ayah. Mungkin orang-orang hanya melihat Baba sebagai orang yang beruntung dan selalu bahagia. Selama 1 tahun ini Baba enggak kerja lagi, 1 resolusi Baba di tahun 2017 untuk pensiun dini sudah terlaksana. Baba juga berhasil mewujudkan resolusi Baba yang kedua, menyekolahkan Neng ke Kanada, yang mungkin bagi sebagian orang dianggap luar biasa. Semuanya memang terlihat menyenangkan. Opung pun senang dengan hadiah resolusi ke-3 Baba, mobil baru yang kita pilih berdua. Yang sekarang mengantarnya ke mana-mana.  Alhamdulilah, 3 hal yang Baba inginkan di tahun 2017 telah tercapai.

Baba memang bahagia atas pencapaian di tahun 2017 dan merasa beruntung punya kalian. Orang-orang terkasih. Tapi Neng, enggak ada satu orang pun yang tahu. Kalau hampir setiap malam, Baba rindu. Rindu Neng. Rindu Mama. Rindu jalan-jalan berdua seperti yang biasa kita lakukan sebelumnya. Ke museum, bermalam di pantai, bikin puisi dari apa yang kita lihat.

Neng, maafkan Baba. Baba enggak pernah bilang — dan baru bilang sekarang —  kalau Baba pernah diopname 2 malam di rumah sakit. Dokter bilang karena pikiran. Padahal apalagi yang sekarang Baba pikirkan, selain merindukan Neng seorang.

Sering Baba berpikir, apakah keputusan Baba menyekolahkan anak perempuan Baba satu-satunya ke negeri orang adalah tindakan yang tepat? Tapi kalau melihat semangat Neng dan semua persiapan yang sudah  Neng lakukan sejak SMP, rasanya kejam sekali kalau tiba-tiba semua mimpi Neng tidak Baba wujudkan.

Ya, Allah… Sebagai hamba yang Engkau berikan tanggung jawab sebagai kepala keluarga dan anak pertama dari 4 bersaudara, kuatkanlah hamba dalam menjalankan tugas-tugas dari Mu. Hamba sangat takut menjadi manusia yang tidak tahu bersyukur. Cobaan atas segala rahmat-Mu, jadikanlah sebagai alat untuk menjadi hamba lebih baik lagi.

 

Resolusi 2018, Baba

Neng, sekarang Baba lagi mau bikin apa-apa yang akan Baba raih di tahun depan. Neng kemarin sudah kirim resolusi Neng ke Baba. Insya Allah akan Baba doakan di setiap sholat Baba.

Seperti biasa, Baba hanya akan membuat 3 resolusi luar biasa untuk Opung Lela, keluarga kita dan Baba, untuk mimpi-mimpi kita.

  • Yang pertama, untuk Opung Lela. Resolusinya: “Nengokin Neng (baca: liburan) 2 kali setahun.”

Agak bingung juga Baba. Kemarin Opung minta untuk tinggal sama Neng. Meski sering berantem, rindu juga opung sama, Neng. Tapi, Neng… kalau Opung ke sana, Baba nanti sama siapa di Bandung? Paling nanti Baba nego-nego  dululah ke Opung. Kemungkinan besar, Baba mau bawa Opung minimal 2 kali jumpa Neng di sana. Sekalian sama Baba tentunya.

Sejak tahun ini, Opung memang udah enggak boleh kerja lagi. Akibatnya, Opung Lela jadi ikut-ikutan kayak Baba. Hampir tiap minggu jalan-jalan sama teman-teman arisannya atau sama adik-adiknya. Nah, pasti Opung Lela senang kalau dikasih tahu bakal sering jumpa sama Neng.

Ah… enggak kebayang kalau nanti Baba udah jadi opung-opung. Pasti bakal lebih lasak* dari Opung. Heheh…

  • Yang kedua, untuk kita sekeluarga. Resolusinya: “Menyatukan keluarga.”

Mimpi Baba tahun depan, adalah menyatukan kembali keluarga kita. Insya Allah tahun depan Mama akan tinggal sama Baba lagi. Semua akan Baba urus. Doakan ya. Jadi kalau nanti Baba mau Video Call sama Neng, ada Mama yang nahan-nahan Baba supaya enggak nangis. Duh, Baba masih cengeng nih. Tapi… jangan-jangan nanti malah kami berdua yang nangis sambil peluk-pelukan. Hahahaha… so sweet ya jadinya.

Neng, kamu juga yang rajin belajarnya ya. Biar cepat lulus dan kumpul lagi di Bandung. Cepat nikah. Cepat punya cucu. Dan tinggal di rumah sama Baba aja semuanya. Aamiin. Eh… ngomong-ngomong, Baba sudah lama enggak jumpa sama Budi, calon menantu Baba. Mungkin karena Babanya juga yang sekarang lebih banyak tinggal di Jakarta. Paling kami whastapp-an bertukar kabar saja.

  • Yang ketiga, untuk Baba. Resolusinya: “Berat 85 kg, sehat.”

Nah, yang ini untuk Baba. Neng jangan ketawa ya. Tahun depan Baba cuma mau nurunin berat badan aja. Sebenarnya tahun ini sudah turun 29 kg. Tapi kok enggak turun-turun lagi ya? Kayak  mandeg gitu. Nah, tahun depan berat Baba harus jadi 85 kg. Kira-kira harus turun 15 kg lagi. Harus bisa nih, Neng.

Baba, pengen banget ke Gunung Rinjani. Tapi kalau dengan berat badan yang sekarang, masih belum boleh kata dokter Erwin. Asam urat dan kolesterol Baba juga masih kayak saham. Naik turun tak terduga.

Dan yang pasti, Baba memang harus benar-benar jaga kesehatan sekarang. Pengen  jadi Opung yang enggak sakit-sakitan kayak Opung Lela. Supaya Baba enggak ngerepotin banyak orang. Supaya Baba ada terus untuk kalian. Baba pengen terus nyenengin Neng, Mama dan Opung Lela sampai akhir hayat Baba.

Baba bakal sering olah raga. Mengurangi begadang. Banyak makan sayuran. Bakal sering minum Vitamin. Kemarin waktu Baba sakit, dokter Erwin kasih Baba vitamin Theragran-M. Katanya itu vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan dan berfungsi sebagai vitamin untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit

Kiri : Inung Ninung sama THERAGRAM-M, Kanan : Baba juga bawa THERAGRAM-M kalau lagi nge-trip.

Kok Baba jadi kayak promosi begini ya? Tapi ini memang benar, Neng. Dokter Erwin kemarin kasih Theragran-M ke Baba, biar kalau sakit jangan lama-lama katanya. Dan ya… Its Work ! Meski sakit kangennya tetap ada — rasa yang enggak mungkin hilang — tapi badan Baba jadi lebih segar.

Kalau di sana ada jual, Neng beli aja. Untuk jaga-jaga aja.

Informasi detail tentang THERAGRAN-M baca di https://theragran.co.id. (Sumber gambar https://theragran.co.id)

Baba doain, Neng di sana senantiasa sehat, semakin rajin ibadahnya, pinter sekolahnya. Baik-baik sama Tante Nina, ya. Anggap dan perlakukan Tante Nina sebagai pengganti Baba dan Mama selama kami tak ada.

Tetap kompak sama 4 sobatmu. Seru pasti. Sama-sama sekolah dari SMP dan akhirnya sama-sama lulus dari tempat yang jauh. Cium sayang Baba juga untuk mereka semua.

Tetap semangat ya, Neng. Kalau Baba rindu dan sedih, jangan bikin Neng jadi enggak semangat belajar. Tetaplah jadi kebanggaan keluarga.

Untuk mimpi kita, doakan Baba tetap sehat di 2018 ya, Neng.

Bismillah. Love you, Raihan Fitriza Yasmin.

 

**Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

* Lasak = Banyak bergerak/Enggak mau diam. Bahasa Melayu/Medan

Eka Siregarhttps://www.ekasiregar.com
Halo.. panggil Bang Eka aja ya.. pada dasarnya saya senang jalan-jalan, makan dan mengerjakan atau mencoba hal-hal baru. Nah, di sini saya coba bagi ke teman-teman apa-apa yang telah saya lihat, dengar, dan rasakan sendiri. Silahkan dibaca-baca ya..

Must Read

The Secret to Your Company’s Financial Health is Very Important

Find people with high expectations and a low tolerance for excuses. They'll have higher expectations for you than you have for yourself. Don't flatter...

A Look at How Social Media & Mobile Gaming Can Increase Sales

Find people with high expectations and a low tolerance for excuses. They'll have higher expectations for you than you have for yourself. Don't flatter...

Boxtrade Lands $50 Million in Another New Funding Round with IBM

Find people with high expectations and a low tolerance for excuses. They'll have higher expectations for you than you have for yourself. Don't flatter...