Home / POEMS

POEMS

Satu Keringat di Keningmu

Tak apa
Kan ku tunggu seumur hidupku
Sampai kau menyerah dan mempersilahkan aku
Menyeka satu keringat di keningmu

Aku tak akan mencintaimu, Cinta
Aku sudah mencintai dan akan aku jaga
Bila kau terjatuh dan orang-orang pergi
Kau tak perlu mencintaiku, Cinta

Aku sudah milik alam
Yang tahu kamu cantik dan jawaban kenapa langit berwarna biru
Aku sudah menyatukan kalam cakrawala
Yang menyatakan semuanya dalam lukisan fajar akanmu

Tak apa
Kupastikan kau selalu kutunggu sampai sisa umurku
Meski sampai buih tak menepi ke pantai dan bambu tak merunduk ke bumi
Untuk menyeka satu keringat di keningmu

Kujanji kau takkan perlu berbalas akan kasihku
Hidupmu adalah pengabdianku
Bila kau nestapa dan hamparan menyepi
Kau tak perlu merayuku

Aku sudah tersaput alam, melayang-layang di sisimu
Menghalau semua yang tak perlu dan jingga langit mengaduh sendu
Aku sudah meramu kicau nuri, merangkau putik gardenia
Yang akan meramaikan sepimu dan menghias beranda sedihmu

Cinta, kan kupastikan aku ada dalam apapun
Ubahan warna yang tak hanya melukis dunia dan hari
Desiran swara yang tak hanya melantunkan puja nirwana
Rabaan rasa yang tak hanya menghangatkan raga

Sehingga akan kupastikan padamu, Cinta
Apa pun akan menjadi pasti bagiku
Untuk menjadi berarti bagimu
Yang bagiku akan terasa sangat nyata bila satu saja kan terjadi

Membelai
Mengusap
Mengecup satu satu tanda bekas
Satu keringat di keningmu

Itu saja!

#30DWC #30DWCJILID13 #Day4

Kenapa Rindu Bercerita?

Kenapa rindu bercerita?
Padahal bercerita hanya butuh sebuah kehendak dengan segala kelengkapan indra dari-Nya untuk melakukannya.

Kenapa rindu bercerita?
Bukankah hati kita bisa bercerita pada Tuhan. Bercerita dengan bebas, tanpa logika, perasaan bahkan tanpa keduanya. Bisa bercerita dengan nafsu yang seharusnya mensegerakan bercerita. Kenapa harus sungkan?

Kenapa rindu bercerita?
Bukankan jika kita tak punya atau gunakan hati kita, kita masih bisa bercerita, menyeracau ke sana ke mari sekehendak hati kita, tanpa perlu sungkan pada apa dan siapapun.

Dek, kenapa kita rindu bercerita? Padahal dulu kita tak pernah punya rasa rindu untuk melakukannya.
Kita selalu bercerita untuk apa saja tentang kita.
Tentang kau yang menyukai helaian rambutmu yang sedikit terbang tersingkap karena hembusanku.
Tentang kelopak mawar biru yang selalu kau tunggu jatuhnya saat menungguku di beranda kita.

Dek, teruskan bercerita….
Kenapa ada henti yang membuatku pun terhenti?
Kenapa ada angin yang menunda bisikan ceritamu?
Kenapa ada buliran pasir dan riakan air yang menjelma jadi gelombang yang menghalangi aliran ceritamu?

Dek, kenapa tak ada lagi cerita?
Yang membuatku kehilangan sadar kalau aku telah kehilanganmu.
Yang membuatku kelu untuk mengadu dan melancarkan rangkaian kata dari segenap indraku.
Yang membuat aku selalu rindu bercerita.

Dek, kenapa aku rindu sekali bercerita padamu.
Janganlah kau katakan aku lemah, bodoh ataupun tak berhasrat menantang dunia tanpamu.
Janganlah kau katakan aku harus bisa hidup tanpamu, tanpa cerita-cerita.
Jangan, Dek.

Kaulah hidupku, yang kini pergi menghilangkan cerita-cerita kita
Dek… aku rindu bercerita.
Ijinkan aku bercerita di sini.
Di batu yang bertuliskan namamu dan janji kita.

#30DWC
#30DWCJILID13
#Day3

Mak, Kalau Ada Kata Gaib Pengganti Rindu

Pinjamkan, Mak
Agar sama seperti kau
Yang tahan menahan
Yang kuyakin rindukan abang
Yang tak pernah pulang karena bukan tak sempat
Yang meninggalkanmu karena kekasih

Mak, aku rindu kali, kali ini
Sangat bersangat-sangat
Kusudah berdua kasih
Tak hanya kau, kucinta kupuja
Tak sajalah Mak, yang dah ikat kuat cinta abang

Sampai tak beraga kurasa sekarang, Mak
Tak sanggup aku berjarak-jarak
Bukan hanya sedetik waktu
Bahkan membayangkannya pun
hancur kurasa

Karena akhirnya semua bercerita sama
aku hatimu tinggalkan kau
dia hatiku tinggalkan ku

Mak,
Aku di depan sekarang
Lihat kau duduk di risbang bambu
yang abang buat karena kau perlu rehat
di sore-sore di depan kebun bungamu

Tetap dengan senyuman, tatapan dan lambaian
yang mengajakku bersandar di pangkuanmu
mengusap usap rambut di ubun-ubunku
membelai-belai bahu sehingga lunas rinduku

Abang, ikhlaskan semua kasihmu
karena dia yang kan menyiram panas hati rindumu
karena dia yang kan memadamkan gelora hati rindumu
karena rindu dan ikhlas saling melengkapi kasih

Mak, kalau ada kata gaib pengganti rindu
tak perlu lagi
karena ku mau ikhlaskan kasihku
pada mu, takkan dia
kekasih hatiku yang meninggalkanku

Mak, kalau pun ada kata itu
Kan kutunggu di tempat kau mengukir kata cintamu
Sambil menatap munculnya matahari di ufuk itu
Simbol masa depanku katamu

Mak, ah aku rindu
.
#30DWC
#30DWCJILID13
#Day1

Dua Yang Sempat

Karya Eka Siregar

Neng…

Jangan tidur terlalu awal
Ada peluk yang tak sampai ke mimpi kita
Waktu abang gandeng Neng
Tenteng buku gambar tentang janji-janji abang membesarkanmu

Neng menangis malu lari ke tembok sekolah
Ada sekecup sayang di kening
Hapus ragu malu ketemu teman baru
Di sekolah baru
Itu yang pertama abang ingat

Read More »

Semua Memang Tak Perlu Lagi Akhirnya

Semua kacau, atau mengacaukan
Sementara semua sudah membuncah
Tak sabar jari hendak mengungkap
Menata berupa-rupa rangkai-rangkai indah
Tentang hatiku
Padamu
Tentang ketidakpercayaan
Akan berupa ini cintaku
Padamu

Read More »

Memancing Bersama Adik

Ada buih pecahan ombak di pelepasan boat kita, Dik
Bergaris-garis mengikuti dan timbul selalu
Hanya lima menit selepasan dermaga tujuh
Tempat kita mengawali permainan buih-buih rasa kita

Read More »

Rindu Raku Sakit dan Indah

Rindu adalah rasa sakit yang indah
Kerinduan pada Raku, ratu hati ku
Yang dirasakan ku
Adalah manusiawi dan kodrati
Ketika jarak dan waktu kian menjauh
Maka ingatan akan kampung dan masa silam
Bagai sembilu menggores kalbu

Read More »

Enggak Banyak yang Mengerti

Dari yang tinggi ini, dan biru
Enggak banyak yang tahu
Bahwa untuk menuju mendarat pada mu
Haruslah ada uap air yang menggumpal-gumpal
Mengguncang-guncang tidak hanya badan ini
Bahkan seluruh isi otakku seakan membuncah
Kehilangan kata bahkan doa
Yang sejak kecil sudah kuhapal dengan nilai 10
Yang hanya untuk mendarat pada mu

Ini Cuma Warna

Puti, benar inilah permainannya
Saat semua warna bergelut menyeluruh
Tanpa rasa apalagi nafsu
Terus bergerak dan menyusun
Belantara latar naturalis
Maunya

Read More »