Home / POEMS / Berucap yang Tak Pernah Cukup

Berucap yang Tak Pernah Cukup

Masih di atas tempat tidur
Persis di bawah jendela
Yang memotret langit putih
Berkilau di balik susunan rumah
Bertingkat tingkat

Masih dengan hati berdebar
Persis seperti kemaren
Yang merekam sisa riwayat hidupku
Bagus tiada terlukiskan selalu
Berwarna-warna

Puaskah atau perlu berjuta hari kuminta
Agar ku terus bersyukur
Pada Mu

Puaskah hingga perlu kututup
Agar ku langsung menghadap-Mu
Bersyukur

Dan ku berucap syukur
Berucap yang tak pernah cukup
Bilangan hitung
Karena rahmat bertubi tubi ke hidupku

Dan di satu dua sisa hari hidupku
kuserahkan kembali
Hidupku, matahariku, hati dan belahan jiwaku
Pada Mu pemilik yang hak.

On Tuesday, October 20, 2011 at 10:26am

About Eka Siregar

Halo.. panggil Bang Eka aja ya.. pada dasarnya saya senang jalan-jalan, makan dan mengerjakan atau mencoba hal-hal baru. Nah, di sini saya coba bagi ke teman-teman apa-apa yang telah saya lihat, dengar, dan rasakan sendiri. Silahkan dibaca-baca ya..

Check Also

Satu Keringat di Keningmu

Tak apa Kan ku tunggu seumur hidupku Sampai kau menyerah dan mempersilahkan aku Menyeka satu …

Kenapa Rindu Bercerita?

Kenapa rindu bercerita? Padahal bercerita hanya butuh sebuah kehendak dengan segala kelengkapan indra dari-Nya untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *